Mengenal Clay Mask dan Manfaatnya untuk Kulit Wajah

Diperbarui 10 Oktober 2026 · Pertama terbit di blog BASE, 2022

Mengoleskan clay mask berwarna hijau di pipi

Clay mask adalah salah satu jenis masker wajah yang populer karena kemampuannya menyerap minyak berlebih. Produk ini juga sering diandalkan untuk membantu membersihkan pori dari komedo. Tapi apa sebenarnya clay mask, dan bagaimana cara memakainya dengan benar?

Apa Itu Clay Mask?

Clay mask adalah masker wajah dengan bahan dasar tanah liat (clay), biasanya berbentuk pasta yang dioleskan ke wajah lalu dibilas. Tanah liat sudah dipakai untuk perawatan kecantikan sejak ribuan tahun lalu. Konon, Cleopatra pun merawat kulitnya dengan campuran tanah liat, minyak zaitun, dan rumput laut.

Jenis clay yang paling sering dipakai dalam kosmetik adalah Kaolin dan Bentonite. Kaolin lebih lembut dan cocok untuk kulit yang lebih sensitif, sedangkan Bentonite memiliki daya serap minyak yang lebih kuat sehingga sering dipilih untuk kulit berminyak dan berjerawat.

Manfaat Clay Mask

1. Eksfoliasi ringan

Mencuci muka setelah memakai masker

Clay mask membantu mengangkat sel kulit mati secara ringan saat dibilas. Karena dipakai hanya 1–2 kali seminggu dan langsung dibilas, clay mask bisa menjadi pilihan eksfoliasi ringan, termasuk untuk kulit yang tidak cocok dengan eksfoliasi yang terlalu kuat.

2. Menyerap minyak berlebih

Kulit wajah berminyak

Clay bekerja dengan menyerap minyak berlebih sekaligus menarik kotoran dari permukaan kulit. Tapi jangan memakainya terlalu lama atau terlalu sering. Clay juga bisa menyerap minyak alami yang dibutuhkan kulit untuk tetap lembap, bahkan pada kulit berminyak.

3. Membersihkan pori

Pori yang tersumbat minyak dan sel kulit mati bisa berkembang menjadi komedo dan jerawat. Ulasan di Iranian Journal of Public Health menjelaskan bahwa mineral dalam bentonite, yang tersusun dari magnesium dan aluminium silikat, membantu mengikat kotoran dan sel kulit mati agar ikut terangkat saat masker dibilas.

4. Membantu merawat kulit berjerawat

Beberapa studi laboratorium menunjukkan bahwa jenis clay tertentu memiliki sifat antibakteri. Karena itu, clay mask sering dipakai sebagai perawatan tambahan untuk kulit berjerawat. Meski begitu, clay mask bukan pengganti perawatan jerawat yang rutin.

Cara Menggunakan Clay Mask

Untuk kulit kering

Kalau kulitmu kering, pakai clay mask cukup seminggu atau dua minggu sekali, dan pilih yang berbahan Kaolin. Jangan tunggu masker sampai benar-benar kering dan retak. Diamkan sekitar 5–10 menit sampai setengah kering, lalu bilas dan langsung pakai pelembap.

Untuk kulit berminyak

Kulit berminyak bisa memakai clay mask 1–2 kali seminggu untuk membantu mengontrol minyak berlebih. Perhatikan reaksi kulitmu. Kalau kulit terasa kaku, ketarik, atau perih setelahnya, kurangi frekuensinya.

Tips: Pakai clay mask setelah mencuci muka dengan pembersih yang lembut, misalnya Centamide Gentle Hydrating Cleanser. Jangan memakainya di hari yang sama dengan eksfoliasi lain seperti exfoliating pad, supaya kulit tidak teriritasi.

Baca juga: Skin Cycling 101

Referensi

  1. Moosavi, M. (2017). Bentonite Clay as a Natural Remedy: A Brief Review. Iranian Journal of Public Health, 46(9), 1176–1183.
  2. Allo, W., & Murray, H. (2004). Mineralogy, chemistry and potential applications of a white bentonite in San Juan province, Argentina. Applied Clay Science, 25(3–4), 237–243.
  3. Bergaya, F., & Lagaly, G. (2006). General Introduction: Clays, Clay Minerals, and Clay Science. Handbook of Clay Science. Elsevier.
  4. Velasco, M. V. R., Pinto, C., Dario, M., & de Almeida, M. M. (2016). Technical and safety specifications of clays to be used as pharmaceutical and cosmetic products. Revista de Ciências Farmacêuticas Básica e Aplicada.

Artikel ini untuk edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Untuk masalah kulit yang berat atau tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.

Baca Juga

Skincare vegan & halal untuk kulit sensitif.

Temukan semua produk BASE di toko resmi kami.