Skin Cycling 101: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya
Diperbarui 10 Oktober 2026 · Pertama terbit di blog BASE, 2023

Pernah dengar tentang skin cycling? Tren ini sempat viral di TikTok. Idenya sederhana: pakai bahan aktif secara bergantian, lalu beri kulit waktu untuk beristirahat.
Skin cycling juga disebut membantu mencegah skin barrier rusak karena terlalu banyak bahan aktif dipakai sekaligus.
Apa Itu Skin Cycling?
Metode ini dipopulerkan oleh dr. Whitney Bowe, dermatolog asal New York. Awalnya ia mengenalkannya kepada pasien-pasiennya sebelum membagikannya lewat media sosial.
Skin cycling adalah rutinitas malam 4 hari yang diulang terus:
- Malam 1: eksfoliasi
- Malam 2: retinoid
- Malam 3 dan 4: pemulihan, hanya basic skincare
Metode ini sangat membantu untuk orang yang baru mulai memakai bahan aktif seperti chemical exfoliant atau retinoid. Malam-malam pemulihan memberi kulit waktu untuk beristirahat.
Bahan aktif dipakai di malam hari saja, karena eksfoliasi dan retinoid bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Manfaat Skin Cycling
Membantu menjaga skin barrier
Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang melindungi dari sinar matahari, polusi, dan bakteri, sekaligus menahan kelembapan. Bahan aktif seperti retinoid dan eksfoliator mempercepat pergantian sel kulit. Kalau dipakai terlalu sering, skin barrier bisa terganggu. Dengan skin cycling, kulit tetap mendapat bahan aktif, tapi juga punya waktu untuk pulih.
Mengurangi efek samping bahan aktif
Bahan aktif bisa memicu iritasi, kulit kering, mengelupas, atau breakout, terutama pada kulit sensitif. Jeda di malam pemulihan membantu kulit beradaptasi sehingga risiko efek samping lebih kecil.
Baca juga: Purging atau Breakout? Kenali Perbedaannya
Cara Menerapkan Skin Cycling
Malam 1: Eksfoliasi
Bersihkan wajah dari sisa sunscreen dan makeup, lalu gunakan chemical exfoliant. dr. Bowe menyarankan chemical exfoliant seperti AHA atau BHA, yang cenderung lebih lembut daripada scrub fisik. Untuk pilihan yang lembut, coba Daily Renewal Natural Exfoliating Pads dengan Willow Bark dan Lemon Peel. Akhiri dengan pelembap.
Malam 2: Retinoid atau alternatifnya
Retinoid membantu mempercepat regenerasi sel dan dikenal sebagai bahan anti-aging. Kalau baru pertama kali memakai retinoid, oleskan pelembap dulu di area yang sensitif, seperti sekitar mata, sudut hidung, dan sudut bibir.
Kalau kulitmu terlalu sensitif untuk retinoid, malam ini bisa diisi dengan alternatif retinol, misalnya Rich Moisture & Youthful Firming Serum dengan vegan peptide dari Quinoa dan Astaxanthin, yang tidak mengandung retinol.
Malam 3 dan 4: Pemulihan
Fokus pada hidrasi dan skin barrier. Cuci muka dengan pembersih yang lembut, misalnya Centamide Gentle Hydrating Cleanser yang mengandung 3 jenis Ceramide dan Sodium PCA, lalu pakai pelembap. Hindari eksfoliator dan retinoid di dua malam ini.
Referensi
- Vogue (2022). Skin Cycling Is The TikTok Trend That Dermatologists Actually Approve Of.
- mindbodygreen (2022). The Only Guide To Skin Cycling You'll Ever Need.
- TODAY (2022). What is skin cycling? Derms break down the TikTok-loved skin care trend.
- Everyday Health (2022). What Is 'Skin Cycling,' and Should You Try It?
Artikel ini untuk edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Untuk masalah kulit yang berat atau tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.