Purging atau Breakout? Kenali Perbedaannya
Diperbarui 10 Oktober 2026 · Pertama terbit di blog BASE, 2020

Jerawat kecil tiba-tiba bermunculan setelah kamu mencoba skincare baru? Bisa jadi itu purging, bisa juga breakout. Keduanya terlihat mirip, tapi penyebab dan cara menanganinya berbeda.
Apa Bedanya Purging dan Breakout?
Purging adalah reaksi kulit terhadap bahan aktif yang mempercepat pergantian sel kulit (skin cell turnover), misalnya retinoid, AHA, atau BHA. Purging bukan diagnosis medis, melainkan istilah untuk masa penyesuaian kulit.
Breakout terjadi karena produk itu sendiri tidak cocok untuk kulitmu, misalnya karena menyumbat pori atau membuat kulit teriritasi.
Menurut Healthline, perbedaan yang paling mudah dilihat adalah lokasinya:
- Purging muncul di area yang memang biasa berjerawat.
- Breakout sering muncul di area yang jarang atau tidak pernah berjerawat.
Kenapa Purging Terjadi?
Saat pergantian sel kulit dipercepat, sumbatan kecil di dalam pori yang tidak terlihat mata, atau microcomedones, terdorong keluar lebih cepat. Sumbatan yang biasanya butuh waktu berminggu-minggu untuk muncul jadi muncul bersamaan.
Jerawat yang muncul saat purging biasanya berupa papula, yaitu benjolan kecil kemerahan yang terasa keras, dan pustula, yaitu jerawat dengan titik putih atau kekuningan di tengahnya. Keduanya sering muncul berkelompok.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Purging?
Kamu tidak harus berhenti memakai produknya. Menurut Healthline, purging biasanya berlangsung sekitar 4–6 minggu, setelah itu kulit akan membaik.
Selama masa ini:
- Jangan memencet atau sering menyentuh jerawat.
- Tunda dulu facial atau eksfoliasi tambahan, apalagi kalau kulitmu sensitif.
- Jaga sisa rutinitasmu tetap sederhana dan lembut. Misalnya, cuci muka dengan Centamide Gentle Hydrating Cleanser yang ber-pH 5,5–5,6 dan mengandung Centella Asiatica, lalu pakai sunscreen di pagi hari.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Breakout?
Cari tahu produk mana yang membuat kulitmu bereaksi, lalu hentikan pemakaiannya. Kalau kamu baru memulai beberapa produk sekaligus, hentikan semuanya, lalu perkenalkan kembali satu per satu.
Untuk menenangkan kulit, pilih produk yang lembut dan bebas alkohol, misalnya face mist dengan Hypochlorous Acid, Centella Asiatica, dan Heartleaf.
Tips: Untuk mencegah breakout, biasakan patch test setiap kali mencoba produk baru. Begini cara patch test yang benar.
Referensi
- Platsidaki, E., & Dessinioti, C. (2018). Recent advances in understanding Propionibacterium acnes (Cutibacterium acnes) in acne. F1000Research, 7. doi:10.12688/f1000research.15659.1
- Yarbrough, J. (2019). The Secrets to Deciphering — and Stopping — Skin Purging. Healthline.
Artikel ini untuk edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Untuk masalah kulit yang berat atau tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit.